nama saya Rima Destia, tempat dan tanggal lahir gunung labuhan kabupaten waykanan provinsi Lampung 09 desember 1997. Saya adalah mahasiswa semester 4 di Universitas Lampung, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) jurusan Bahasa dan Seni prodi Seni Tari. Sesuai dengan program studi yang saya jalani, kami mahasiswa pendidikan seni tari tentu di beri pembelajaran mengenai berbagai macam tehnik tari daerah khususnya tari daerah Lampung, dan kami juga tidak hanya di beri ilmu mengenai seni tari tetapi juga di berikan pembelajaran mengenai seni musik, rupa dan drama dan kuliah umum lainnya namun memang lebih memfokuskan pada seni tari. di program studi ini kami sudah banyak melakukan pentas dan menampilkan tari kreasi di berbagai acara karena kami memang di tuntut untuk tidak hanya berpaku pada jam mata perkuliahan saja namun kami juga harus mencari ilmu di luar kampus seperti di sanggar atau organisasi UKM mahasiswa. Dan tentu kami sangat banyak mendapatkan ilmu dari kampus, contohnya di dalam mata kuliah koreografi 1 di semester 3 dan koreografi 2 di semester 4 kami sangat banyak mendapat pengalaman di dalam menciptakan sebuah karya. Dan kami jadi mengetahui bahwa menciptakan sebuah karya tidak semudah orang mencelanyan jika tidak sesuai selera, butuh kerjasama antar individu dan butuh kekompakan yang lebih agar suatu karya tersebut dapat di buat dengan lancar.
Dan blog ini saya buat dengan tujuan untuk membantu semua orang khususnya yang berkecimpung di dalam dunia seni tari agar dapat menciptakan sebuah tarian baru agar dapat memperkaya keanekaragaman seni tarian di indonesia. Oleh karena itu motto blog saya adalah "Menari Bersama Untuk Memperkaya Budaya Bangsa". Dan berikut adalah tata cara atau langkah-langkah dalam membuat sebuah karya tari kreasi baru.
1. Percaya Diri
Tentu kepercayaan diri adalah hal paling utama yang harus di miliki oleh seorang penata tari atau koreografer karena kepercayaan dirilah yang mampu membuat seseorang untuk berani menuangkan ide dan pikiran ke dalam sebuah karya. Tanpa kepercayaan diri seseorang tentu akan sulit untuk maju dan berkembang dikarenakan di terkungkung oleh rasa malu dalam mengeluarkan pendapat.
2. Menentukan Tema
Jika sudah memiliki kepercayaan diri maka kita harus mulai berpikir tarian seperti apa yang akan kita ciptakan dengan memulai memikirkan tema, yaa tentu menentukan tema sangat penting dalam pembentukan sebuah karya dikarenakan agar karya kita memiliki titik inti dan tidak melenceng kemana-mana. Contohnya jika kita mengambil tema alam maka kita harus benar-benar memikirkan tentang alam jangan sampai melenceng ke manusia apa lagi binatang.
3. Mengeksplorasi Gerak
Tahap ini adalah tahap yang paling rumit di karenakan kita harus mencari gerak yang sesuai dengan tema yang kita miliki. Kita bergerak secara acak jika adagerakan yang menurut kita menarik maka kita dapat menyimpannya atau mengingatnya agar dapat di susun kedalam tarian yang kita buat dan tentunya youtube sangat membantu untuk mencari inspirasi namun jangan sampai kita meniru atau memplagiat tarian di youtube tersebut yaa, kita harus tetap mengembangkan setiap gerakan yang kita dapat dari youtube atau video tari tersebut karena jika kita meniru maka itu bukan karya kita namanya hehe.
4. menyiapkan musik pengiring tari
Jika sudah mendapatkan gerak dan menyusun gerak tersebut yang telah beralur sesuai dengan tema maka langkah selanjutnya adalah penentuan musik, tentu bagian ini juga sangat penting karena bagian dari menari adalah adanya musik pengiring bukan?! dan musik yang kita pakai juga harus sesuai dengan tema karena tidak mungkin jika tema kita sedih memakai musik yang berirama ceria atau bertempo cepat.
5. menyiapkan kostum
kostum sering disebut sebagai identitas tarian, karena terkadang dengan hanya melihat kostum yang di pakai kita bisa mengetahui tarian apa yang akan di tampilkan. Oleh karena itu, seorang penata tari atau koreografer jangan sampai hanya terfokus kepada gerak tari dan musik karena terkadang kesalahan seorang penata tari adalah dia sering melupakan kostum bagaimana yang akan di pakai ketika menampilkan tari tersebut padahal kostum juga sangat berpengaruh besar teehadap penyampaian maksud di dalam tarian dan juga menyukseskan gerakan yang akan di tampilkan, karena ada banyak tarian yang terkadang tidak dapat di tampilkan secara totalitas di karenakan terhambat oleh kostum, contohnya jika ada gerakan rol depan namun sang penari menggunakan riasan kepala yang berlebihan, maka hal itu dapat membuat gerakan rol tersebut menjadi sangat terbatas dan tidak dapat di lakukan secara totalitas.
6. properti
properti disini tidak wajib ada namun lebih bagus jika menggunakannya untuk penguatan karakter. contohnya jika ada tari yang mengambil tema tentang benda tertentu, tentu benda tersebut harus ada pada saat menari seperti jika seorang penata tari mengampil tema kehidupan masyarakat Lampung yang sering menenun kain tapi maka pasti di gerakan menenun tersebut harus ada kain tapis agar para penonton juga lebih mudah untuk menangkap maksud dari gerakan tarian yang disajikan.
Nahhh sekian dulu untuk kali ini, tips diatas saya tulis berdasarkan pengalaman yang telah saya alami semasa menjalani perkuliahan mata kuliah koreografi yaa.. Sampai jumpa di artikel saya berikutnyaa byeee....
berikut ini adalah salah satu contoh karya tari yang saya ciptakan bersama rekan2 saya, yang berjudul bekhuwaw.
gmail : rimadestiaa@gmail.com
telp/wa : 082281010669




